Hai Prit. Hari lahirmu ditandai dengan kemenangan kesebelasan Kosta Rika atas Italia, 1 – 0. Kau bilang, “Ndengaren sampeyan nonton tivi, Mas?” Iya, menemani si Faisal Korep. Kasihan dia sejak tadi tampak gelisah memikirkan bola. Lagi pula, aku juga sedang ingin menonton.

Lalu monitor PC pun diotak-atik, disambungkan dengan TV Kabel. Sementara itu remote control hilang entah kemana. Jadinya kita nonton pertandingan bola dalam kebisuan.

Ini laga Piala Dunia pertama yang aku tonton, meskipun dimulai dari menit ke-55.

Tiba-tiba aku teringat poster di bawah ini, kita pernah mendiskusikannya tiga hari yang lalu.

We-do-not-need-the-World-cup

Dokumentasi dari sini

Apa yang terjadi di Brasil patut menjadi renungan kita bersama, setidaknya sebagai pembanding pada geliat pembangunan di negeri kita sendiri. Namun, tentu saja kita harus memberikan ruang pada publik pencinta bola. Hidup itu warna warni Prit, saling menghargai adalah indah. Yang harus kita lakukan hanyalah senantiasa memilih, warna apa yang akan kita gunakan untuk melukis hari ini dan hari-hari nanti.

Nikmati harimu Prit. Tak perlu resah gelisah dan malu menuliskan hari istimewamu hanya karena diluar sana banyak orang yang sedang merayakan hari lahir salah satu Capres, hehe. Seperti yang sering aku katakan, kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan kapan dan dimana, tetapi tentu kita berdaulat untuk membawa hidup kita, dan terbang kemana hati membawa.

tua-bersama

Selamat Hari Lahir Prit, 21 Juni 2014

Maaf aku nggak punya kado apa-apa. Mau mengajakmu tamasya juga tidak bisa, kan motornya dipinjam anak-anak SWAPENKA. Mereka sedang ada kegiatan di Taman Nasional Alas Purwo sejak kemarin lusa. Tapi semoga saja nanti kita bisa menghadiri pernikahan Anaz Gembeng di Tamanan, Bondowoso.

Ohya, terdengar kabar bahagia jika Kaka Akin juga akan melangsungkan pernikahan hari ini. Selamat Kakaaak…

Bagaimana jika hari ini kita naik kereta api saja? sepertinya keren.

Istriku, nikmati harimu. Merdeka!

Iklan