Seperti yang pernah kuceritakan padamu, blog ini lahir bersama secangkir kopi. Ya, saat itu aku benar benar menikmati rasa dan aromanya. Semoga dari yang sedikit itu, bisa menggambarkan padamu betapa aku benar benar menikmati menulis di sini.

Kawan, aku sedang tidak ingin berlomba. Kenapa kau memaksaku untuk berpacu bersamamu? Haruskah kita mengejar sesuatu yang tanpa dikejarpun, sesuatu itu nantinya akan datang menghampiri?

Apa yang kau harapkan dari angka satu? Tepuk tangankah? Atau seribu jempol? Kalau itu maumu, kau sedang mengajak orang yang salah. Kau tahu, aku terbiasa dengan sepi. Bukan berarti aku benci keramaian. Cobalah untuk lebih luas lagi menilai seseorang.

Hidup adalah tentang keindahan, bukan sekedar tentang urutan apalagi applause. Mari kita bicarakan yang indah indah saja. Tentunya sambil menikmati kopi rasa rindu.

Iklan