Hal yang paling membahagiakan selama bulan ramadhan ini adalah saat aku bisa melihatmu memasak. Ya, itu masih melihat saja. Belum lagi saat aku menikmati suap demi suap hasil racikan tanganmu. Indah. Bahagia. Bahagia sekali.

Dulu aku sering mengkhayalkan sebuah kehidupan yang sederhana. Menjadi keluarga transmigran. Entah ditempatkan dimana. Imajinasiku hanya menggambarkan sebuah tempat yang terpencil, jauh dari peradaban dan serba pas pasan.

Kehidupan diawali dengan sebidang tanah dan rumah sederhana. Lalu ada pasokan beras, ikan asin, garam, dan rempah rempah lainnya. Itu hanya untuk bertahan hidup di beberapa waktu pertama. Kita juga dilengkapi dengan alat alat pertanian sederhana. Entah itu cangkul, pisau kecil, timba, dan alat alat remeh yang seperti itu.

Lalu aku memulai hari demi hari sebagai kepala rumah tangga. Engkau kujadikan ratu di istana sederhana kita.

Yang pertama tama ingin aku lakukan adalah membuat sumur. Atau membuat aliran selokan dari sungai terdekat. Itu juga kalau ada sungai. Dan kalau airnya tidak tercemar tambang (sebenarnya aku sedang tidak mengimajikan rumah transmigrasi kita berdekatan dengan wilayah tambang, karena aku sangat membenci itu).

Kemudian aku akan bercocok tanam. Menikmati setahun pertama dengan bergulat demi urusan perut. Begitu seterusnya. Hingga saat semuanya selesai, aku dan kamu sudah memiliki waktu luang. Kita sudah tidak lagi berkutat hanya untuk masalah perut.

Kemudian kita menulis. Kemudian kita berkarya. Kemudian kita menunjukkan pada dunia, bahwa pilihan hidup yang kita jalani, itu sebegitu membahagiakannya.

Bagaimana dengan hari ini? Hari ini aku menggeser sedikit akan impian itu. Menggeser tempatnya, tapi memelihara esensinya. Ya, kita tidak sedang bertransmigrasi. Aku sudah memutuskan untuk tidak ingin jauh dari Bapak yang semakin hari semakin menua. Ya ya ya, aku tidak ingin lagi kehilangan kesempatan.

Dan sekarang, aku cukup bahagia melihatmu memasak. Itulah kenapa aku membuatkanmu sebuah dapur kecil. Aku semakin senang saat di dapur sudah ada pisau, telenan, sutil, kompor, gunting, garam, rempah rempah, ikan asin, dan beberapa lainnya. Aku cukup bahagia.

Tinggal selangkah lagi. Dan semoga semakin membuat kau dan aku bahagia.

Bunga.. Terima kasih atas hari hari yang indah ini.

Kau tahu, aku padamu..

Iklan