Baiklah, aku akan memanggilmu nada.

Aku tahu, aku telah berhutang banyak cerita kepadamu. Cerita cerita tentang kisah perjalananku kemarin. Ya, memang sudah aku ceritakan di blog acacicu. Tapi sejujurnyalah, masih banyak lagi yang belum sempat aku dongengkan padamu. Sabar ya sayang.

Nada..

Di sepanjang perjalanan telah kutemui banyak sekali perempuan perempuan yang bila dibandingkan dengan kamu, mereka jauh lebih melesat. Secara fisik, dan bila diukur dari sisi kecantikan saja. Semuanya tersenyum. Sebagian kecil dari mereka sedikit menggoda. Hmmm, selayaknya seorang bocah yang menganga di tengah tengah toko mainan, akupun begitu. Menganga.. Sesekali kubalas beberapa senyum dari mereka. Tentu saja dengan mimik wajah yang aku rehab menjadi sedikit lebih manis.

Tapi ah.. Aneh. Lenganku biasa biasa saja. Tidak ada tangan mungil yang berusaha mencubit. Yang cubitannya kadang membabi buta.

Kukira aku sedang ada di posisi merdeka untuk sedikit.. yah.. seperti itulah. Aw aw aw.. Bagaimana aku akan melanjutkan tulisan ini jika bayanganmu terus saja mencubitku?

Oke aku menyerah. Aku tidak berhasil menikam cintamu dari tempat yang jauh meski hanya dengan kedua bola mata yang lirik sana lirik sini. Sekarang, berhentilah untuk mencubit rasa rinduku.

Aw aw aw.. Nadaaaaaa….!!!

Iklan