Aku menatapmu lekat lekat, seperti tak hendak menyudahi pandangan kedua mata ini. Kepak sayapmu begitu anggun, begitu cepat, begitu manis terlihat. Alangkah manisnya hidupmu.

Tiba tiba kau hinggap di bahuku. Dan dengan sedikit berbisik, kau ucapkan sebuah kalimat sederhana padaku. “Pelangi selalu ada di atas kepala orang lain”, itu katamu.

Ah, kalimat itu lagi, aku sering mendengarnya. Di kampungku, kata kata itu terucap dengan bahasa yang berbeda.

Sawang sinawang..

Tapi aku tak perduli. Saat kau kembali terbang, aku tetap menatapmu lekat lekat. Aku tetap menggumamkan sebaris kata lirih, alangkah manisnya hidupmu.

Kupu kupu kecilku, ajari aku mengepakkan sayap
Ajari aku memandang manisnya kehidupan

Ajari aku mengubah keburukan menjadi sesuatu yang anggun
Ajari aku menjemput kematian dengan cara yang romantis dan berakhir manis

Kupu kupu kecilku..
Ajari aku terbang

Ajari aku melayang
Ajari aku menangkap bintang

Ajari aku menangkap bintang begitu saja..

Iklan