Bunga, dengarkan ceritaku..

Ini tentang Dija, adek kecil yang tiga hari lagi merayakan DIES nya untuk pertama kali. Ini tentang si manis Dija yang begitu lahir, tak lama kemudian sang Bunda pergi meninggalkannya untuk kembali pada Sang Pencipta. Ini tentang adek Dija yang hari harinya menjadi penuh warna oleh hangatnya cinta dari Tante Elsa.

Ya benar sekali Bunga.. Ini tentang Dija.

Aku harap kau mau menemaniku menuliskan setidaknya selembar surat untuk Dija. Aku harap kau membasuhku dengan segelas kopi saat jemari ini tak bisa berhenti merangkai huruf demi huruf.

Ohya Bunga. Tentang supermoon yang tadi kupetikkan untukmu (dan kini martabak super itu telah kau cantolkan di sudut hatimu), maukah kau membaginya dengan Dija? (dan kau pun mengangguk, aku tersenyum manis)

Dija sayang, supermoon kali ini istimewa untuk kamu. Maaf jika tidak semuanya. Supermoon terbagi menjadi banyak, sampai pada irisan terkecil. Semua orang tiba tiba ingin supermoon meski hanya secuil.

Dija sayang, hepi supermoon…

Iklan