Sore yang cantik untuk sekedar melanturkan sebuah ocehan.

Selamat sore ya Bunga..

Bagaimana mimpimu kemarin? Indahkah? Samakah dengan yang ada di imajinasiku? Hmmm.. semoga saja. Semoga engkau juga bermimpi akan rumah kecil untuk hati yang luas, seperti yang dituliskan ananda padamu.

Tentang merpati yang terbang tinggi lalu kembali pulang ke sangkar yang ada di samping rumah kita. Tentang induk ayam yang tak hentinya menjaga anak anaknya yang baru berusia beberapa hari. Dia tak bisa melihat anaknya terluka, setakbisa aku melihatmu terluka.

Tentang dinding rumah yang tak berlepok, biarkan saja begitu. Biarkan para tamu melihat kita apa adanya tanpa ada lepok di wajah tuan rumah. Tak baik bertopeng. Wajar sajalah karena itu indah. Sewajar kita saling mencintai.

Bunga..

Apa yang kau pikirkan akan ikan di kolam? Semoga kau tak ingin berubah menjadi ikan lele. Karena selain aku tak sudi, kau tidak seperti itu.

Ya benar, lele sanggup bertahan hidup lebih lama meski tanpa air. Aku pun ingin kau survive. Tapi kau takkan pernah bisa hidup saling makan. Memangsa yang lemah, bukankah itu bukan kamu?

Ya benar, lele bisa makan apa saja yang ada di depannya, tak perduli bagaimana proses makanan itu datang. Dan kamu harus tidak begitu, karena kamu bukan lele.

Hormati mereka yang vegetarian. Sayangi mereka yang diet, apapun motivasinya.

Dan untukmu Bunga, makanlah apa yang memang harus kau makan, asal sesuai dengan yang Tuhan inginkan.Makanlah apa apa yang didapat dari proses yang jujur, karena itu indah.

Karena dari makanan yang seperti itulah akan tumbuh benih cinta yang juga jujur.

Tuhan saja mencintai proses, kenapa kita tidak?

Bunga, setialah pada proses, dan Tuhan akan mencintaimu..

Iklan